<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Majalah Ganesha ITB</title>
	<atom:link href="http://majalahganesha.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majalahganesha.com</link>
	<description>Kritis dan Menggerakkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 May 2013 08:02:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5</generator>
		<item>
		<title>Pendidikan Minus Kebudayaan</title>
		<link>http://majalahganesha.com/blog/2013/05/07/pendidikan-minus-kebudayaan/</link>
		<comments>http://majalahganesha.com/blog/2013/05/07/pendidikan-minus-kebudayaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 07:50:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mgitb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[acep iwan saidi]]></category>
		<category><![CDATA[kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan dan kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan minus kebudayaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahganesha.com/?p=1711</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan Minus Kebudayaan Acep Iwan Saidi ;  Ketua Forum Studi Kebudayaan ITB KOMPAS, 04 Mei 2013    Sebagai berita, karut-marut pelaksanaan ujian nasional telah berlalu. Kita semua tahu belaka, dalam lima tahun terakhir situasi...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div align="center">
<table border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="626">
<table border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="620">
<div align="center"><b>Pendidikan Minus Kebudayaan</b></div>
<div align="center">Acep Iwan Saidi <i>;  <em>Ketua Forum Studi Kebudayaan ITB</em></i></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div align="center"><b><i>KOMPAS, 04 Mei 2013</i></b></div>
<div align="center"><b><i> </i></b><b><i> </i></b></div>
<div align="center"></div>
<div>Sebagai berita, karut-marut pelaksanaan ujian nasional telah berlalu. Kita semua tahu belaka, dalam lima tahun terakhir situasi seperti ini telah menjadi rutin. Tiap ujian nasional dilaksanakan, tiap kali itu pula kericuhan dituai.</div>
<div>.</div>
<div>Entah tahun ini puncaknya atau bukan, toh masih ada tahun depan. Melihat gelagatnya, pemerintah akan tetap ngotot melaksanakan hajatan tersebut. Seperti keledai, dia suka menikmati keterperosokan ke lumpur yang sama, dan kita melihatnya sebagai kebebalan tiada tara.</div>
<div>.</div>
<div><b>Pendidikan Kuasa</b></div>
<div>.</div>
<div>Pendidikan sesungguhnya bukan soal yang tidak perlu rumit jika kita melihatnya sebagai proses berbudaya. Inti proses berbudaya adalah kepercayaan berbagai pihak akan hadirnya kebebasan dalam mengelola nilai yang disepakati bersama. Dalam kebebasan itu, seluruh pihak dapat berdialog, bahkan berdebat yang memungkinkan berkembangnya terus-menerus nilai yang disepakati tadi. Dengan kata lain, nilai disepakati dalam dialektika, bukan sesuatu yang mati, apalagi dimatikan.</div>
<div>.</div>
<div>Dialektika dibangun sekaligus diikat oleh kepentingan bersama, yakni oleh masa depan bangsa yang diandaikan ada pada pundak para peserta didik, sebuah generasi yang harus muncul dan tumbuh produktif pada 2-3 dasawarsa ke depan.</div>
<div>.</div>
<div>Pemerintah harus menjadi pasak bagi tegaknya kepercayaan dan dialektika tersebut. Sebagai pasak, ia harus meniscayakan tumbuh dan berkembangnya berbagai pemikiran kritis menjadi semesta bagi hidupnya berbagai gagasan apa pun tentang kependidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus menjadi rumah yang memberi rasa aman sekaligus menyenangkan bagi para aktivis dan hamba-hamba pendidikan. Pendidikan tidak akan pernah bisa berlangsung dengan baik tanpa kegembiraan sedemikian.</div>
<div>.</div>
<div>Di samping itu, pemerintah tak boleh terlalu jauh masuk dalam urusan substansi. Ia tidak boleh hadir pada masalah macam UN dan kurikulum. Sekali-kali pemerintah turut campur. Sebagaimana terjadi sekarang, muatan politik dan kuasanya menjadi sangat dominan. Lihatlah kasus UN dan Kurikulum 2013. Di situ tampak jelas tidak ada dialog. Kemdikbud cenderung hanya menggunakan ”fasilitas kuasanya”. Pihak-pihak yang kritis yang secara obyektif bisa diuji kesahihan argumentasinya dianggap sebagai musuh yang harus ditumpas.</div>
<div>.</div>
<div>Dalam kasus Kurikulum 2013, misalnya, para pengkritik kurikulum disebut sebagai antiperubahan, orang iseng, tidak memahami permasalahan, bukan pemain inti, dan lain-lain. Kurikulum kemudian menjadi soal politik. Kemdikbud menjadi sibuk mencari dukungan politik ke sejumlah partai politik. Pun demikian pada kasus UN. Meskipun kesalahannya telak, pemerintah tetap saja memasang muka bebal kuasanya.</div>
<div>.</div>
<div><b>Pendidikan Tanpa Nilai</b></div>
<div>.</div>
<div>Karena hal itu, pendidikan di negeri ini berlangsung tanpa nilai-nilai pendidikan. Sekolah menjelma menjadi sebuah institusi bagi bermuaranya kepongahan sekaligus kebebalan kuasa. Siswa berada di ujung persoalan sebagai pihak yang selalu dijadikan alibi: generasi mendatang harus diselamatkan. Omong kosong!</div>
<div>.</div>
<div>Sementara guru didesak ke posisi dilematis: di satu sisi ia dituntut kreatif dan memiliki kemampuan mumpuni, tetapi pada sisi yang lain dibebani berbagai aturan yang membelenggu. Bahkan, haknya untuk menentukan kelulusan siswa pun digerus UN hingga 60 persen.</div>
<div>Akibatnya, beranalogi pada Louis Althusser (1984), sekolah tidak lagi bisa disebut sebagai ideological state apparatuses yang menanamkan nilai secara ideologis persuasif. Sekolah justru menjadi repressive state apparatuses yang melesakkan nilai secara represif hingga bawah sadar siswa, juga guru.</div>
<div>.</div>
<div>Karena itu, tidak ada lagi proses berbudaya dalam pendidikan. Yang terjadi adalah kamuflase kuasa. Dalam situasi seperti ini, konsep dan tindak yang berhubungan dengan kreativitas siswa tidak lahir dan tumbuh dari dan untuk kehidupan siswa itu sendiri, melainkan sesuatu yang dibayangkan oleh kekuasaan.</div>
<div>.</div>
<div>Periksalah soal-soal pilihan dalam UN, misalnya. Jenis soal ini mengamuflase kebebasan dan kreativitas siswa. Di dalam jenis soal pilihan sesungguhnya tidak ada pilihan sebab siswa tidak bisa memilih selain materi pilihan yang disodorkan. Inilah jalan melingkar kepongahan kuasa.</div>
<div>.</div>
<div><b>Dewan Pendidikan</b></div>
<div>.</div>
<div>Agar situasi demikian tidak terus-menerus berlangsung, ranah substansial pendidikan harus diberikan kepada pihak yang independen semacam Dewan Pendidikan yang secara administratif bertanggung jawab kepada Kemdikbud. Di dalam dewan yang independenlah pembahasan segala materi dan substansi pendidikan dapat berlangsung dengan fokus, kritis, dan demokratis.</div>
<div>Pemerintah sebaiknya mengurus bidang-bidang penting lain yang sejauh ini tetap terbengkalai. Infrastruktur, fasilitas belajar mengajar, peningkatan kualitas guru, dan kesejahteraan guru adalah beberapa contoh yang masih jauh di bawah anggaran pendidikan yang katanya 20 persen dari APBN itu.</div>
<div>.</div>
<div>Ingat, upaya peningkatan kualitas guru harus kontinu, tidak cukup dengan hanya melatih guru lima hari ketika kurikulum akan diubah. Program ini juga tak tepat diidentikkan dengan peningkatan kesejahteraan seperti yang terjadi pada sertifikasi guru. Iming-iming uang pada sertifikasi adalah penghinaan terhadap kemanusiaan. Mentalitas guru dibetot ke struktur paling luar duniawi. Ini contoh yang sangat buruk dalam dunia pendidikan.</div>
<div>.</div>
<div><b>Pemimpin Harus Paham</b></div>
<div>.</div>
<div>Untuk mencapai hal itu, mula-mula dibutuhkan seorang pemimpin, dalam hal ini menteri yang memahami betul situasi dan kondisi persekolahan kita. Menteri yang memahami hal ini hanyalah ia yang memiliki kemampuan, ketahanan, dan keberanian untuk ”turun blusukan” ke dalam gelanggang persoalan.</div>
<div>.</div>
<div>Secara teknis—maaf bukan teknis penyebaran soal UN, sang menteri juga harus kerap mengunjungi sekolah-sekolah—yang bisa juga dihimpun menjadi wilayah atau gugus—yang tersebar di seluruh pulau. Menteri yang hanya bekerja mengandalkan struktur birokrasi seperti sekarang ini dijamin tak akan pernah bisa menyelesaikan persoalan. Hari ini kita membutuhkan pemimpin yang berani menerobos struktur serta berpikir dan bekerja keluar dari kerangka (<i>out of the box</i>). Menteri seperti inilah yang akan mengerti geopolitik sekaligus ”geokultur”. Dengan demikian, menteri seperti ini juga mampu menciptakan pendidikan sebagai proses berbudaya! <i><br />
</i></div>
<p><strong>Kata Kunci:<br/>
<ul>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/05/07/pendidikan-minus-kebudayaan/" title="pendidikan minus kebudayaan">pendidikan minus kebudayaan</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fmajalahganesha.com%2Fblog%2F2013%2F05%2F07%2Fpendidikan-minus-kebudayaan%2F&amp;title=Pendidikan%20Minus%20Kebudayaan" id="wpa2a_2"><img src="http://majalahganesha.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahganesha.com/blog/2013/05/07/pendidikan-minus-kebudayaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bandung Public Furniture 10-11 Mei 2013</title>
		<link>http://majalahganesha.com/blog/2013/05/07/bandung-public-furniture-10-11-mei-2013/</link>
		<comments>http://majalahganesha.com/blog/2013/05/07/bandung-public-furniture-10-11-mei-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 06:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mgitb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahganesha.com/?p=1705</guid>
		<description><![CDATA[Bandung Public Furniture Kelompok Keahlian Manusia dan Desain Produk Industri (KK-MPI) ITB dan Komunitas Mahasiswa Desain Produk ITB (INDDES) menginisiasi Bandung Public Furniture. Bandung Public Furniture ini merupakan proyek mendesain dan menghadirkan artefak “public...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2></h2>
<h2><img alt="" src="https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc1/309968_440955039327310_463324989_n.jpg" /></h2>
<h2 style="text-align: center;"><strong>Bandung Public Furniture</strong></h2>
<div>
<p>Kelompok Keahlian Manusia dan Desain Produk Industri (KK-MPI) ITB dan Komunitas Mahasiswa Desain Produk ITB (INDDES) menginisiasi Bandung Public Furniture. Bandung Public Furniture ini merupakan proyek mendesain dan menghadirkan artefak “public furniture” pada ruang publik di kota Bandung.</p>
<p><strong>Bandung Public Furniture 2013</strong> merupakan suatu acara tahunan yang sekaligus diupayakan menjadi sarana publik untuk menuangkan ide melalui desain yang mengetengahkan kebutuhan ruang publik serta aktivitas di dalamnya. Di samping itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk mendorong kesadaran masyarakat akan keberadaan ruang publik, terutama di Bandung. Tema dari pameran Bandung Public Furniture 2013 ini adalah Relationship. Relationship yang dimaksud adalah hubungan antara manusia dengan lingkungannya beserta perangkat yang ada di dalamnya yang mampu menunjang aktivitas manusia. Berdasarkan tema Relationship ini, karya mampu membentuk interaksi dan hubungan yang dapat memberikan energi pada suatu ruang melalui cara-cara yang fun, hingga terjalin emosi dan relasi antara elemen di dalamnya dan menjadikannya sebuah tempat yang lebih hidup dan bernafas.</p>
<p>Free tickets, Open for Public, for mor info follow @BPF_2013 or fanpage <a href="http://www.facebook.com/bpf2013">www.facebook.com/bpf2013</a></p>
</div>
<p><strong>Kata Kunci:<br/>
<ul>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/05/07/bandung-public-furniture-10-11-mei-2013/" title="bandung public furniture 2013">bandung public furniture 2013</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fmajalahganesha.com%2Fblog%2F2013%2F05%2F07%2Fbandung-public-furniture-10-11-mei-2013%2F&amp;title=Bandung%20Public%20Furniture%2010-11%20Mei%202013" id="wpa2a_4"><img src="http://majalahganesha.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahganesha.com/blog/2013/05/07/bandung-public-furniture-10-11-mei-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lego Ergo Scio 28 Mei 2013</title>
		<link>http://majalahganesha.com/blog/2013/04/24/lego-ergo-scio-28-mei-2013/</link>
		<comments>http://majalahganesha.com/blog/2013/04/24/lego-ergo-scio-28-mei-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Apr 2013 15:46:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mgitb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agenda]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[agenda kampus]]></category>
		<category><![CDATA[itb]]></category>
		<category><![CDATA[kompas]]></category>
		<category><![CDATA[lego ergo scio]]></category>
		<category><![CDATA[majalah ganesha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahganesha.com/?p=1702</guid>
		<description><![CDATA[ LEGO ERGO SCIO “Saya Baca Buku Maka Saya Tahu” Event Agenda Bazar Buku Murah oleh TB. Gramedia Games with Doorprize (Galaxy Tab, iPod, Sporty Watch, Modem, Sepeda Polygon, etc) Blog Competition (Tema :...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-14448169472" alt="poster" src="http://www.infobdg.com/v2/wp-content/uploads/2013/04/poster.jpg" width="424" height="600" /></p>
<h1 style="text-align: center;"> LEGO ERGO SCIO</h1>
<p style="text-align: center;"><strong>“Saya Baca Buku Maka Saya Tahu”</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Event Agenda</strong></p>
<ol style="text-align: center;">
<li style="text-align: left;">Bazar Buku Murah oleh TB. Gramedia</li>
<li style="text-align: left;">Games with Doorprize (Galaxy Tab, iPod, Sporty Watch, Modem, Sepeda Polygon, etc)</li>
<li style="text-align: left;">Blog Competition (Tema : “Kewirausahaan di kalangan mahasiswa”) *hanya untuk mahasiswa*</li>
<li style="text-align: left;">Seminar bersama penulis populer Indonesia dan wartawan senior Kompas di 7 Universitas di Kota Bandung</li>
</ol>
<p style="text-align: center;"><strong>ITB</strong><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>When<br />
</strong>28 Mei 2013</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Where<br />
</strong>Institut Teknologi Bandung (ITB)</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Speakers<br />
</strong>Garin Nugroho<strong><br />
</strong>Soleh Solihun<br />
Pepih Nugraha (Managing Director Kompas.com)<strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Contact Person</strong><br />
085691398514</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Pendaftaran dan Pemesanan Tiket</strong></p>
<p style="text-align: center;">Ketik : Nama Lengkap_No HP_Asal Kampus/Umum_Email</p>
<p style="text-align: center;">Kirim ke 089690488155</p>
<p style="text-align: center;">Terbatas 300 peserta</p>
<p style="text-align: center;">=============</p>
<p style="text-align: center;"><strong>HTM</strong><br />
IDR 10.000 (mahasiswa)<br />
IDR 15.000 (umum)</p>
<p><strong>Kata Kunci:<br/>
<ul>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/24/lego-ergo-scio-28-mei-2013/" title="Lego Ergo Scio">Lego Ergo Scio</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/24/lego-ergo-scio-28-mei-2013/" title="blog competition lego ergo scio itb">blog competition lego ergo scio itb</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/24/lego-ergo-scio-28-mei-2013/" title="lego ergo scio itb">lego ergo scio itb</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/24/lego-ergo-scio-28-mei-2013/" title="legoergoscio">legoergoscio</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/24/lego-ergo-scio-28-mei-2013/" title="legoergoscio itb">legoergoscio itb</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/24/lego-ergo-scio-28-mei-2013/" title="seminar entrepreneur di itb 2013 soleh solihun">seminar entrepreneur di itb 2013 soleh solihun</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fmajalahganesha.com%2Fblog%2F2013%2F04%2F24%2Flego-ergo-scio-28-mei-2013%2F&amp;title=Lego%20Ergo%20Scio%2028%20Mei%202013" id="wpa2a_6"><img src="http://majalahganesha.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahganesha.com/blog/2013/04/24/lego-ergo-scio-28-mei-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penutupan Gerbang Belakang : Pembunuhan Kemahasiswaan</title>
		<link>http://majalahganesha.com/blog/2013/04/19/penutupan-gerbang-belakang-pembunuhan-kemahasiswaan/</link>
		<comments>http://majalahganesha.com/blog/2013/04/19/penutupan-gerbang-belakang-pembunuhan-kemahasiswaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Apr 2013 15:40:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mgitb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pinggir Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[analisis data]]></category>
		<category><![CDATA[azka gulsyan]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok studi]]></category>
		<category><![CDATA[majalah ganesha]]></category>
		<category><![CDATA[riset dan survey]]></category>
		<category><![CDATA[survey majalah ganesha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahganesha.com/?p=1699</guid>
		<description><![CDATA[“..apakah artinya berpikir bila terpisah dari masalah kehidupan” -W.S Rendra (potongan Sajak Sebatang Lisong, yang dibacakan di ITB &#8211; 19 Agusutus 1978)   &#160; Beberapa waktu yang lalu Majalah Ganesha melakukan survei prihal...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><em>“..apakah artinya berpikir</em></p>
<p><em>bila terpisah dari masalah kehidupan”</em></p>
<p>-W.S Rendra</p>
<p>(potongan Sajak Sebatang Lisong,</p>
<p>yang dibacakan di ITB &#8211; 19 Agusutus 1978)</p>
<p><em> </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu Majalah Ganesha melakukan survei prihal penutupan gerbang belakang. Seperti yang telah kita ketahui, sejak 24 Januari 2013 lalu gerbang belakang ITB ditutup oleh pihak ITB. Ada apa gerangan? Banyak isu-isu yang beredar. Salah satu isu yang paling senter adalah bahwa gerbang belakang ditutup sebagai upaya halus “pengusiran” PKL. Hal ini karena gerbang belakang ditutup hanya beberapa hari setelah penggusuran PKL gerbang belakang. Isu lainnya adalah gerbang belakang ditutup karena ada pembangunan. Dari tulisan di website sebuah koran kampus yang di-<em>release </em>pada 31 Januari 2013, disebutkan bahwa UPT K3L mengatakan alasan penutupan ini dilakukan karena akan dilakukan pembangunan area utara ITB yang meliputi GSG hingga pool bus. Saya tidak tahu apakah dalam melakukan pembangunan diperlukan penutupan semacam ini, yang pasti hingga saat ini, sekitar dua bulan setelah ucapan itu, saya belum melihat proses pembangunan mulai berlangsung. Dan isu yang terakhir saya dapatkan adalah bahwa pihak ITB beralasan bahwa gerbang belakang ditutup karena terjadi penurunan muka tanah di Jalan Taman Sari depan gerbang belakang. Sehingga gerbang belakang perlu ditutup untuk mencegah banyaknya aktivitas, terutama angkot-angkot yang<em>mengetem </em>yang dapat menambah beban jalan. Dan penurunan ini dianggap dapat membahayakan karena seperti yang kita ketahui di bawah jalan tersebut terdapat <em>tunnel </em>yang menghubungkan ITB dan Saraga. Saya sendiri kurang mengerti teknis mengenai hal ini. Namun yang pasti, bila memang berbahaya, mengapa <em>tunnel</em>juga tidak ditutup?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="aligncenter" alt="" src="http://sphotos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/547696_4982222877531_1350987833_n.jpg" /></p>
<p>Tapi bukan isu-isu itu yang akan kita bahas di sini, melainkan dari hasil yang didapat dalam survei Majalah Ganesha. Terdapat sebuah temuan menarik dari survei tersebut. Ditemukan bahwa 70% responden menyatakan bahwa ternyata penutupan gerbang belakang menurunkan kegiatan kemahasiswaan (lihat grafik). Temuan ini merupakan sebuah peringatan bagi kemahasiswaan kita di ITB. Saya tidak bermaksud menuduh bahwa penutupan ini merupakan upaya yang sengaja untuk mematikan kemahasiswaan kita. Tapi meskipun bukan upaya sengaja, telah terbukti dari hasil survei Majalah Ganesha bahwa penutupan ini memang memberikan dampak terhadap menurunnya kemahasiswaan. Sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk terus diam terhadap apa yang terjadi. Dan bila anda tidak percaya terhadap hasil survei ini, saya akan coba perlihatkan bahwa secara teori pun penutupan ini memang akan memberikan dampak penurunan kegiatan kemahasiswaan. Hingga tidak ada alasan lagi bagi kita untuk terus diam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"> &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setidaknya ada tiga teori, meskipun beberapa merupakan teori dasar saja, yang dapat menjelaskan fenomena ini. Sebagian besar akan saya kaitkan dengan analisis lokasi. Berikut ini saya coba uraikan beberapa teori yang berkaitan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pertama, prihal bertambahnya ongkos transport yang menyebabkan semakin enggannya orang untuk mengakses area utara. Mungkin ini sudah menjadi <em>common sense</em> bagi beberapa orang, tapi saya akan coba uraikan. Dalam analisis lokasi, variabel ongkos transport (t) merupakan salah satu variabel dasar yang mempengaruhi seseorang untuk memilih lokasi beraktifitas. Semakin tinggi ongkos transport ke suatu lokasi, maka semakin kecil keinginan orang untuk mengakses lokasi tersebut. Dan semakin sedikitnya orang yang datang tentunya akan berdampak pada semakin menurunnya aktivitas di sana. Ongkos transport yang dimaksud di sini adalah <em>transport cost generalized, </em>ongkos yang dimaksud adalah segala effort yang dikeluarkan untuk mencapai suatu lokasi bukan hanya berupa biaya bensin, angkutan umum atau hal-hal lainnya yang dapat diuangkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kasus penutupan gerbang belakang, penutupan gerbang belakang tersebut telah menyebabkan bertambahnya ongkos transport yang diperlukan untuk mencapai daerah Sunken Court dan sekitarnya. Dalam hal ini, pertambahan ongkos transport yang terjadi utamanya adalah dalam bentuk bertambahnya tenaga dan<em>effort </em> yang dibutuhkan untuk mencapai lokasi tersebut karena harus memutar lewat gerbang SBM. Oleh karena itu, dari sisi ongkos transport ini, dapat disimpulkan bahwa penutupan gerbang belakang telah menyebabkan pertambahan ongkos transport untuk mencapai kawasan Sunken Court dan sekitarnya yang secara tidak langsung menyebabkan berkurang aktivitas di sana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kedua, dampak dari penutupan ini juga dapat dilihat dari sebuah teori dari Prof. B. S. Kusbiantoro mengenai hubungan antara sistem kegiatan, sistem pergerakan, dan sistem jaringan dalam transportasi. Jadi menurut teori tersebut, tedapat hubungan sebab-akibat antara sistem kegiatan, sistem pergerakan, dan sistem jaringan yang ketiganya akan terus menjadi siklus yang saling mempengaruhi.  Sehingga apabila terjadi pembangunan pada sistem jaringan, misalnya pembangunan sebuah ruas jalan baru, maka akan timbul pergerakan di jaringn baru tersebut. Dan pergerakan ini akan memunculkan kegiatan-kegiatan baru pula di sana. Dan pada akhirnya kegiatan yang muncul memicu orang-orang untuk berkaktivitas di sana, atau dengan kata lain memicu bertambahnya pergerakan yang pada akhirnya jaringan yang telah ada tidak mampu menampung pergerkan yang ada sehingga akan diperlukan pertambahan jaringan lagi. Sistem tersebut terus terjadi sebagai suatu siklus. Begitupun bila terjadi penurunan pada sistem jaringan, maka pada akhirnya akan berpengaruh juga terhadap berkuarangnya sistem kegiatan di sana.</p>
<p><img class="aligncenter" alt="" src="http://sphotos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/544148_4982224837580_951556144_n.jpg" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam konteks penutupan gerbang belakang, ditutupnya gerbang ini merupakan salah satu bentuk  penurunan pada sistem jaringan, termasuk dalam hal ini dihapusnya parkiran di sana (karena merusak jaringan untuk sepeda motor). Hal tersebut berdampak pada menurunnya pergerakan di sana, bahkan berhenti karena arus pergerakan berpindah ke jaringan baru yakni gerbang SBM. Dan penurunan arus pergerakan ini pada akhirnya akan berdampak pada berkurangnya ativitas di sekitar gerbang belakang. Termasuk dalam hal ini adalah kegiatan kemahasiswaan, khususnya yang terjadi pada kawasan Sunken Court. Karena itu, penutupan gerbang belakang ini akan berdampak pada menurunnya kegiatan kemahasiswaan di Sunken Court. Bukan hanya itu, menurut teori ini maka Perpustakaan Pusat ITB pun akan terkena dampak  yang sama! Teori ini pula yang dapat menjelaskan mengapa PKL yang kini dibangun di sekitar gerbang belakang tidak seramai dulu, dan mengapa kini mulai muncul PKL-PKL baru di sekitar gerbang SBM dan Matematika.</p>
<p>Ketiga, analisis terkahir yang akan saya kemukakan adalah dengan teori aglomerasi. Salah satu hukum yang ada dalam teori ini adalah Hukum Reilly mengenai area pasar (<em>Railly’s Law of market area</em>). Dalam hukum ini, dikemukakan bahwa daya tarik suatu wilayah pasar memiliki sifat yang mirip dengan daya tarik gravitasi. Jadi layaknya hukum gravitasi, daya tarik suatu wilayah pasar dipengaruhi oleh ukuran dari wilayah pasar tersebut. ‘Ukuran’ yang dimaksud dalam hal ini adalah variasi aktivitas yang dimiliki oleh wilayah tersebut. Sehingga semakin besar variasi suatu wilayah pasar, maka akan semakin besar daya tariknya. Dan layaknya hukum gravitasi pula, daya tarik tersebut juga dipengaruhi oleh jarak.</p>
<p>Contoh sederhananya adalah, bila terdapat dua tempat futsal dengan jarak yang relatif sama, namun tempat pertama terdapat pula tempat makan dan minum serta mandi air hangat. Sedangkan tempat kedua hanya menyediakan lapangan saja. Tentu orang akan memilih untuk main di lapangan futsal yang pertama karena di sana dia bisa sekaligus membeli minum, makan, atau mandi air hangat setelah bertanding, atau dengan kata lain terdapat variasi yang lebih besar sehingga daya tarik lapangan pertama pun lebih besar.</p>
<p>Dalam konteks kasus gerbang belakang, penutupan gerbang tersebut menyebabkan menurunnya tingkat variasi yang dimiliki kawasan tersebut. Dulu sebelum gerbang belakang ditutup, orang yang bekegiatan di sana dapat melakukan variasi aktivitas, yakni: kegiatan unit, kegiatan di perpustakaan, membeli makanan berat, jajanan, fotocopy,dll. Meskipun kini telah dibangun tempat-tempat makan dan lainnya di <em>tunnel, </em>namun tempat-tempat makan dan lainnya tersebut hanya buka hingga sore hari. Sehingga pada malam hari hanya menyisakan kegiatan kemahasiswaan dan kegiatan perpustakaan saja. Oleh karena itu penutupan gerbang belakang ini menurunkan daya tarik orang untuk berkegiatan di kawasan tersebut karena berkurangnya variasi kegiatan yang terdapat di sana. Sehingga secara tidak langsung, hal ini juga berdampak pada berkurangnya kegiatan kemahsiswaan!</p>
<p style="text-align: center;"><strong>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Dari berbagai analisis di atas, pada intinya pesan yang ingin disampaikan hanyalah satu:</p>
<p>“<em>Penutupan gerang belakang ini, entah disadari oleh pihak yang menutupnya atau pun tidak, serta entah memang diniatkan atau tidak, merupakan sebuah tindakan yang secara halus akan mematikan, atau setidaknya mengurangi kegiatan kemahasiswaan, khususnya di Sunken Court. Dan Sunken Court merupakan salah satu tempat utama kegiatan kemahasiswaan di ITB, sehingga membunuh kemahasiswaan di Sunken Court dapat dikatakan juga membunuh salah satu bagian terbesar kemahasiswaan di kampus ganesha.”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Tapi saya tidak mau memaksa anda untuk peduli, apalagi ikut bergerak, namun setidaknya simaklah kembali sajak Rendra:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em> “..apakah artinya berpikir</em></p>
<p><em>bila terpisah dari masalah kehidupan”</em></p>
<p>-W.S Rendra</p>
<p>(potongan Sajak Sebatang Lisong,</p>
<p>yang dibacakan di ITB &#8211; 19 Agusutus 1978)</p>
<p><em> </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><strong>Kamis, 18 April 2013</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>Muhammad Azka Gulsyan &#8211; 15411067</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>Tim Survei, Riset,  dan Analisis Data -  Majalah Ganesha</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong><em>#AYO MELOMPAT !!!!!</em></strong></p>
<p><strong>Kata Kunci:<br/>
<ul>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/19/penutupan-gerbang-belakang-pembunuhan-kemahasiswaan/" title="penutupan gerbang belakang itb">penutupan gerbang belakang itb</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/19/penutupan-gerbang-belakang-pembunuhan-kemahasiswaan/" title="penyebab penutupan gerbang belakang itb?">penyebab penutupan gerbang belakang itb?</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/19/penutupan-gerbang-belakang-pembunuhan-kemahasiswaan/" title="tentang gerbang belakang">tentang gerbang belakang</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fmajalahganesha.com%2Fblog%2F2013%2F04%2F19%2Fpenutupan-gerbang-belakang-pembunuhan-kemahasiswaan%2F&amp;title=Penutupan%20Gerbang%20Belakang%20%3A%20Pembunuhan%20Kemahasiswaan" id="wpa2a_8"><img src="http://majalahganesha.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahganesha.com/blog/2013/04/19/penutupan-gerbang-belakang-pembunuhan-kemahasiswaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketetapan Kongres tentang Keabsahan Pemilu Raya KM-ITB 2013</title>
		<link>http://majalahganesha.com/blog/2013/04/03/ketetapan-kongres-tentang-keabsahan-pemilu-raya-km-itb-2013/</link>
		<comments>http://majalahganesha.com/blog/2013/04/03/ketetapan-kongres-tentang-keabsahan-pemilu-raya-km-itb-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Apr 2013 14:11:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mgitb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[kabinet itb]]></category>
		<category><![CDATA[kongres km-itb]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu raya itb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahganesha.com/?p=1695</guid>
		<description><![CDATA[KETETAPAN KONGRES KELUARGA MAHASISWA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2012-2013 NOMOR 025 TAHUN 2013   TENTANG PENETAPAN KEABSAHAN PEMILU RAYA KM-ITB 2013   Dengan senantiasa mengharap rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa KONGRES KELUARGA MAHASISWA INSTITUT...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2150" align="center"><b id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2158">KETETAPAN KONGRES KELUARGA MAHASISWA</b></p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2149" align="center"><b id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2229">INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG</b></p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2148" align="center"><b>2012-2013</b></p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2095" align="center"><b>NOMOR 025 TAHUN 2013</b></p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_1977" align="center"><b> </b></p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2096" align="center"><b>TENTANG</b></p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2156" align="center"><b id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2155">PENETAPAN KEABSAHAN PEMILU RAYA KM-ITB 2013</b></p>
<p align="center"><b> </b></p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2097" align="center">Dengan senantiasa mengharap rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa</p>
<p align="center">KONGRES KELUARGA MAHASISWA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2098" align="center">
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2099">Menimbang     :</p>
<p>1.      Bahwa belum terlaksananya penetapan kontestan terpiilih dalam Pemilu Raya KM-ITB 2013 sampai batas waktu yang ditentukan yaitu Bulan Maret 2013.</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2100">2.      Bahwa terjadinya diskualifikasi terhadap kedua calon Ketua Kabinet KM-ITB dalam Pemilu Raya KM-ITB 2013 sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Panitia Pelaksana Pemilu Raya KM-ITB 2013</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2101">3.      Bahwa telah habisnya masa kerja Panitia Pelaksana Pemilu Raya KM-ITB 2013 bersamaan dengan batas waktu penetapan kontestan terpiilih dalam Pemilu Raya KM-ITB 2013</p>
<p>&nbsp;</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2105">Mengingat       :</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2104">1.      Konsepsi KM-ITB tentang Tugas Kongres KM-ITB</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2102">2.      Konsepsi KM-ITB tentang Pemilu Raya</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2103">3.      Anggaran Rumah Tangga KM-ITB Bab V pasal 48 tentang Pembentukan Kabinet KM-ITB</p>
<p>4.      Anggara Rumah Tangga KM-ITB Bab XIII Pasal 90 tentang Penyelenggaraan Pemilu Raya KM-ITB</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2106">5.      Tap No 021 Tahun 2013 tentang Pengesahan Perubahan Aturan Pemilu Raya KM-ITB 2013</p>
<p>6.      Tap No 022 Tahun 2013 tentang Pengesahan Tata Cara Pemilu Raya KM-ITB 2013</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2146">
<p align="center"><b> </b></p>
<p align="center"><b>MEMUTUSKAN</b></p>
<p>Menetapkan    :</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2107">1.      Menyatakan bahwa Pemilu Raya KM-ITB 2013 tidak sah</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2143">2.      Segala tugas, kewajiban dan wewenang yang dilaksanakan Panitia Pelaksana Pemilu Raya KM-ITB 2013 dikembalikan kepada Kongres KM-ITB</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2144">3.      Setelah masa kerja Panitia Pengawas Pemilu Raya KM-ITB 2013 berakhir, segala kewajiban dan tugasnya dikembalikan kepada Kongres KM-ITB</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2145">4.      Panitia Pelaksana Pemilu Raya KM-ITB 2013 berkewajiban melakukan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan Pemilu Raya KM-ITB 2013</p>
<p>5.      Panitia Pengawas Pemilu Raya KM-ITB 2013 berkewajiban membuat dan menyerahkan pertanggungjawaban pengawasan pemilu raya KM-ITB</p>
<p>6.      Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan dapat ditinjau ulang apabila terdapat kesalahan di kemudian hari.</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2108" align="right">
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2142" align="right">Ditetapkan di Bandung</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2109" align="right">Pada tanggal 3 April 2013</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2141" align="right">Pukul 01.17 WIB</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2140" align="right">Ketua Kongres KM-ITB 2012-2013</p>
<p align="right">
<p align="right">
<p align="right">
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2230" align="right"><span style="text-decoration: underline;">Harisma Andikagumi</span></p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2110" align="right">12108022</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2111" align="right">Senator Utusan Lembaga</p>
<p id="yui_3_7_2_1_1364997818509_2139" align="right">Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) ITB</p>
<p><strong>Kata Kunci:<br/>
<ul>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/03/ketetapan-kongres-tentang-keabsahan-pemilu-raya-km-itb-2013/" title="hasil kongres itb 2013">hasil kongres itb 2013</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/03/ketetapan-kongres-tentang-keabsahan-pemilu-raya-km-itb-2013/" title="info tentang itb 2013">info tentang itb 2013</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/03/ketetapan-kongres-tentang-keabsahan-pemilu-raya-km-itb-2013/" title="konsepsi km itb 2012">konsepsi km itb 2012</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/03/ketetapan-kongres-tentang-keabsahan-pemilu-raya-km-itb-2013/" title="pemilu raya">pemilu raya</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fmajalahganesha.com%2Fblog%2F2013%2F04%2F03%2Fketetapan-kongres-tentang-keabsahan-pemilu-raya-km-itb-2013%2F&amp;title=Ketetapan%20Kongres%20tentang%20Keabsahan%20Pemilu%20Raya%20KM-ITB%202013" id="wpa2a_10"><img src="http://majalahganesha.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahganesha.com/blog/2013/04/03/ketetapan-kongres-tentang-keabsahan-pemilu-raya-km-itb-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pers Release Komisi Disiplin-Pemira ITB 2013</title>
		<link>http://majalahganesha.com/blog/2013/04/03/pers-release-komisi-disiplin-pemira-itb-2013/</link>
		<comments>http://majalahganesha.com/blog/2013/04/03/pers-release-komisi-disiplin-pemira-itb-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Apr 2013 09:36:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mgitb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[calon ketua kabinet]]></category>
		<category><![CDATA[komisi disiplin]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu itb]]></category>
		<category><![CDATA[pemira itb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahganesha.com/?p=1692</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari Sabtu, 30 Maret 2013, Komisi Disiplin telah mendiskualifikasi kedua kontestan Pemilu Raya KM-ITB: Calon nomor urut 1 Nyoman Anjani Calon nomor urut 2 Muhammad Yorga Permana Keduanya telah melewati batas poin...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pada hari Sabtu, 30 Maret 2013, Komisi Disiplin telah mendiskualifikasi kedua kontestan Pemilu Raya KM-ITB:</strong></p>
<p><strong>Calon nomor urut 1 Nyoman Anjani</strong></p>
<p><strong>Calon nomor urut 2 Muhammad Yorga Permana</strong></p>
<p>Keduanya telah melewati batas poin yang telah ditentukan oleh Komisi Disiplin dan telah disepakati oleh massa kampus lewat mekanisme tertentu lalu. Poin ini didasarkan pada penjumlahan poin pelanggaran berbobot berat dan pelanggaran berbobot sangat berat. Sehingga apabila kontestan telah melakukan akumulasi pelanggaran yang setara dengan nilai tersebut, maka Komisi Disiplin akan mendiskualifikasi kontestan.</p>
<p>Tata Cara Pemilu Raya KM-ITB 2013 Bagian III tentang Pelanggaran dan Sanksi mengatur hal-hal apa saja yang dapat disebut pelanggaran beserta sanksi dalam bentuk poin yang dapat dijatuhkan. Terkait hukum pada tata acara ini, adalah kewajiban Komisi Disiplin untuk segera menjatuhkan poin apabila dalam pelaksanaan Pemilu Raya KM-ITB terdapat pelanggaran yang dilakukan oleh kontestan.</p>
<p>Tata Acara Pemilu Raya KM-ITB 2013 membagi dua macam kasus yang akan mendapatkan penanganan berbeda dari Komisi Disiplin, yaitu kasus bukan khusus dan kasus khusus.</p>
<p><b>Kasus Bukan Khusus</b></p>
<p>Pada pelanggaran yang bukan bernilai khusus, maka poin dapat dijatuhkan sepihak oleh Komisi Disiplin kepada kontestan. Dengan hasil pengawasan atau hasil pelapolar masa kampus, Komisi Disiplin akan mengetahui pelanggaran mana yang dilakukan oleh kontestan. Bahwa pelanggaran disana bersifat pasti dan tidak memerlukan konfrontasi pendapat dengan kontestan yang melakukan, artinya putusan poin dapat langsung jatuh. Mekanisme yang diatur kemudian adalah bahwa kontestan yang merasa tidak bersalah atau tidak melakukan pelanggaran dapat mengajukan pembuktian terbalik kepada Komisi Disiplin. Apabila bukti yang diajukan cukup, maka putusan akan dibatalkan, dan poin akan ditarik kembali oleh Komisi Disiplin.</p>
<p>Sehingga disampaikan kepada massa kampus, bahwa kasus seperti ini memang tidak memerlukan waktu lama hingga penjatuhan poin dilakukan.</p>
<p>Contoh kasus terjadi: Keterlambatan tim sukses, ketidaklengkapan Tim Sukses dan atau promotor pada masa hearing, keterlambatan pengembalian berita acara kampanye mandiri, pelanggaran kampanye pada masa tenang</p>
<p><b>Kasus Khusus</b></p>
<p>Pada pelanggaran yang bernilai khusus, maka penanganan kasus didesain berbeda untuk memberikan keadilan secara hukum. Dimana kasus khusus ini mengatur kasus-kasus yang memuat pandangan subjektif, semisal pemfitnahan/pencemaran nama baik/pencelaan terkait SARA/teks atau konteks kotor/dll. Dalam kasus seperti ini muncul istilah penggugat dan tergugat. Sehingga menegaskan, bahwa kasus khusus hanya baru akan diproses oleh Komisi Disiplin setelah ada gugatan resmi dari pihak kontestan ataupun boleh massa kampus. Dari proses ini, maka akan muncul pihak tergugat yang dipersangkakan telah melakukan pelanggaran. Maka, mekanisme berikutnya adalah mengumpulkan sebanyak-banyaknya keterangan dan bukti yang diperlukan oleh Komisi Disiplin untuk menganalisa kasus.</p>
<p>Prosedur yang diatur oleh Komisi Disiplin adalah sidang pencarian keterangan dari pihak penggugat dan tergugat yang dilakukan secara terpisah. Juga adanya mekanisme investigasi independen oleh Panitia Pemilu Raya KM-ITB bilamana diperlukan. Setelah mendapat alat bukti, maka Komisi Disiplin bersama-sama dengan Panwaslu akan melakukan sidang putusan yang akan mengeluarkan pertimbangan atas alat bukti yang didapat. Sidang putusan ini juga diketahui oleh Komisi Pemilihan Umum dan Kongres KM-ITB. Produk dari sidang putusan ini adalah keluarnya Surat Putusan Komisi Disiplin yang berisi keputusan atas kasus yang terjadi, dimana keputusan dapat berupa sanksi poin ataupun sanksi moral, ataupun hal-hal lain yang dapat diambil untuk mengadili perkara. Setelah putusan selesai, maka kedua pihak yang berperkara akan dimintai tanda tangan sebagai pemberi legitimasi pada putusan. Sehingga memang waktu yang diperlukan untuk mengolah kasus seperti ini cukup lama dan panjang.</p>
<p>Contoh kasus terjadi: Gugatan pihak Yorga kepada pihak Nyoman atas dilakukannya perusakan kampanye ‘Freeze Mob’, dan gugatan pihak Nyoman kepada pihak Yorga atas dilakukannya penyebaran SMS berisi fitnah.</p>
<p><b>Aturan Mengenai Pelaporan</b></p>
<p>Komisi Disiplin Pemilu Raya KM-ITB membuka berbagai media untuk menjadi pintu massa kampus yang ingin melaporkan tindak pelanggaran yang dilakukan kontestan. Dapat melalui SMS, Facebook, Twitter, Email, Whatsapp, BBM, Line, bahkan jika dirasa perlu untuk melakukan pertemuan langsung dengan pihak Komisi Disiplin. Massa kampus sekali lagi ditempatkan sebagai pengawas paling utama dalam kegiatan Pemilu Raya KM-ITB.</p>
<p>Untuk waktu pelaporan, sebagaimana diatur dalam aturan, bahwa siapa saja dapat melakukan pelaporan pelanggaran hingga sebelum perhitungan suara dimulai. Jika pelaporan dilakukan setelah masa perhitungan suara dimulai maka Komisi Disiplin berhak menolak pelaporan. Sehingga sederhananya ketika dalam kejadiannya perhitungan suara diundur, maka waktu pelaporan kepada Komisi Disiplin juga bertambah.</p>
<p><b>Penjelasan Terkait Kasus yang Bergulir</b></p>
<p>Sebagaimana telah disampaikan dalam Putusan Nomor 02, bahwa akhirnya pihak Yorga dijatuhi 42 poin karena terbukti telah melakukan pemfitnahan <i>(black campaign)</i>. Pada kasus khusus ini, memang pihak Yorga sempat mengeluarkan bukti namun akhirnya dianggap tidak cukup karena dipatahkan oleh alat bukti lainnya dari pihak Nyoman. Sehingga poin calon nomor urut 2 Yorga Permana terakumulasi menjadi 96 dan otomatis didiskualifikasi.</p>
<p>Juga didiskualifikasinya pihak Nyoman karena jatuhnya 16 poin akibat adanya pelaporan oleh massa kampus terkait kampanye media yang masih beredar pada masa tenang. Bukti yang diajukan massa kampus tersebut dinilai cukup, bebas dari rekayasa, dan siap dibenarkan oleh sumpah dari saksi, sehingga Komisi Disiplin wajib menjatuhkan poin tersebut sesuai dengan Tata Cara Pemilu Raya KM-ITB Bagian III tentang Pelanggaran dan Sanksi. Sehingga poin calon nomor urut 1 Nyoman Anjani terakumulasi menjadi 83 dan otomatis didiskualifikasi.</p>
<p>Seluruh fakta dan bukti telah diminta seluruhnya oleh Komisi Disiplin, dan telah disampaikan ulang kepada massa kampus lewat surat putusan dan berita acara penindakan pelanggaran.</p>
<p><b>Klarifikasi Tekait Isu yang Beredar</b></p>
<p>Komisi Disiplin tidak bertanggung jawab atas isu yang beredar yang menyatakan bahwa laporan massa kampus dari terkait kampanye media pihak Nyoman Anjani pada masa tenang disengaja dikeluarkan beberapa saat sebelum putusan dikeluarkan. Pada pokoknya adalah pada sampai perhitungan suara atau Tap Kongres dirilis, maka Komisi Disiplin berkewajiban untuk membuka meja pelaporan.</p>
<p>Juga bahwa dari Komisi Disiplin tidak ada tendensi terburu-buru atas masuknya laporan tersebut hingga dikeluarkannya Berita Acara Penindakan, yang pada akhirnya menjatuhkan 16 poin untuk Nyoman. Dijelaskan kembali, bahwa ini bukan kasus yang bernilai khusus, sehingga ketika dinyatakan bahwa alat bukti telah cukup, maka sanksi poin dapat langsung dijatuhkan pada saat itu juga.</p>
<p>Komisi Disiplin juga tidak bertanggung jawab atas ketidakberterimaan pihak Nyoman Anjani atas Berita Acara Penindakan yang dikeluarkan. Komisi Disiplin sesuai Tata Cara, tidak memiliki kewajiban untuk meminta pendapat dari pihak yang bermasalah dalam kasus bukan kasus khusus dimana putusan dapat jatuh sepihak. Sekali lagi, bila pihak yang bersangkutan merasa tidak seperti apa yang diputuskan, maka mekanisme pembuktian terbalik di atas hukum adalah satu-satunya proses yang diizinkan.</p>
<p>Komisi Disiplin berada dibawah pengawasan Panwaslu, KPU, dan Kongres yang pada prosesnya sangat ketat dalam tuntutan pelaksanaan prosedur. Sehingga dapat kami nyatakan, bahwa seluruh kewajiban prosedur terkait Tata Cara Pemilu Raya KM-ITB telah kami laksanakan seluruhnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="right">Bandung, 2 April 2013</p>
<p align="right">Ketua Divisi Komisi Disiplin</p>
<p align="right">Angga Kusumadinata</p>
<p><strong>Kata Kunci:<br/>
<ul>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/03/pers-release-komisi-disiplin-pemira-itb-2013/" title="contoh hearing mandiri saat kampanye">contoh hearing mandiri saat kampanye</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/03/pers-release-komisi-disiplin-pemira-itb-2013/" title="diskualifikasi calon presiden k itb 2013">diskualifikasi calon presiden k itb 2013</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/03/pers-release-komisi-disiplin-pemira-itb-2013/" title="hasil pemira itb 2013">hasil pemira itb 2013</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/03/pers-release-komisi-disiplin-pemira-itb-2013/" title="keputusan km itb 2013">keputusan km itb 2013</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/03/pers-release-komisi-disiplin-pemira-itb-2013/" title="ketidakberterimaan produk inovasi">ketidakberterimaan produk inovasi</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/03/pers-release-komisi-disiplin-pemira-itb-2013/" title="pemiraitb2013">pemiraitb2013</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/03/pers-release-komisi-disiplin-pemira-itb-2013/" title="peraturan komdis km itb 2013">peraturan komdis km itb 2013</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/03/pers-release-komisi-disiplin-pemira-itb-2013/" title="poin pelanggaran yorga pemira">poin pelanggaran yorga pemira</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/04/03/pers-release-komisi-disiplin-pemira-itb-2013/" title="press release komisi disiplin pemira itb">press release komisi disiplin pemira itb</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fmajalahganesha.com%2Fblog%2F2013%2F04%2F03%2Fpers-release-komisi-disiplin-pemira-itb-2013%2F&amp;title=Pers%20Release%20Komisi%20Disiplin-Pemira%20ITB%202013" id="wpa2a_12"><img src="http://majalahganesha.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahganesha.com/blog/2013/04/03/pers-release-komisi-disiplin-pemira-itb-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akan Hancurnya Demokrasi Kita</title>
		<link>http://majalahganesha.com/blog/2013/03/31/akan-hancurnya-demokrasi-kita/</link>
		<comments>http://majalahganesha.com/blog/2013/03/31/akan-hancurnya-demokrasi-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Mar 2013 12:27:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mgitb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahganesha.com/?p=1687</guid>
		<description><![CDATA[“Politics is the art of looking for trouble, finding it everywhere, diagnosing it incorrectly and applying the wrong remedies.”   Groucho Marx &#160; Demokrasi  tercipta karena kesewenang-wenangan penguasa . Rakyat menuntut kebebasan ,...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p style="text-align: center;"><em>“Politics is the art of looking for trouble, finding it everywhere, diagnosing it incorrectly and applying the wrong remedies.”  </em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Groucho Marx</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Demokrasi  tercipta karena kesewenang-wenangan penguasa . Rakyat menuntut kebebasan , meruntuhkan sebuah &#8220;kekuasaan absolut&#8221; dan menggantinya dengan &#8220;kekuasaan rakyat&#8221; / &#8220;Pemerintahan Rakyat&#8221;</p>
<p>kekuasaan rakyat merupakan sebuah konsep ideal dalam pikiran, dimana kekuasaan tentu akan berorientasi untuk mensejahterakan mayoritas.</p>
<p>Demokrasi identik dengan Kebebasan. Mengingat seluruh individu didalam sistem dipandang sama rata</p>
<p>Namun dalam dunia tentu tidak ada yang sempurna. Ketika Individu tidak cerdas maka dia akan melemahkan Demokrasi</p>
<p>KM-ITB merupakan organisasi yang menjunjung Tinggi Demokrasi.</p>
<p>Baik dalam Himpunan, Unit, Kongres, Kabinet, MWA-WM, dan tim Beasiswa saya kira tidak ada &#8220;kekuasaan absolut&#8221; yang mendominasi. dalam Ranah Kemahasiswaan Terpusat. Kordinator Eksekutor adalah Ketua Kabinet yang dipilih langsung oleh Pemilu Raya</p>
<p>DEMA ITB merupakan salah satu pelopor Pemilihan Pemimpin langsung di Indonesia. Tahun 1977 Heri Akhmadi terpilih secara langsung melalui Pemilu Raya sebagai Ketua DEMA ITB. Saat itu para Mahasiswa ingin memberikan contoh &#8220;Sistem Pemerintahan Ideal&#8221; yaitu Demokrasi sebagai kritik terhadap penguasa. Walaupun KM-ITB dan DEMA ITB berbeda sistem. saya rasa semangat untuk menciptakan &#8220;Pemerintahan Ideal&#8221; masih sama sampai hari ini</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Pemilu Raya KM-ITB 2013 Berlangsung secara Luar biasa.</em></strong></p>
<p><strong><em>Muncul Nyoman dan Yorga sebagai Calon yang Luar biasa</em></strong></p>
<p><strong><em>Dengan Gagasan Yang Luar biasa</em></strong></p>
<p><strong><em>Sayang sejauh ini berakhir dengan Tidak biasa</em></strong></p>
<p><em> </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mahasiswa Indonesia merupakan sebuah identitas yang unik. Sejarah Panjang  Mahasiswa Indonesia membuat beberapa stigma melekat dan menjadi acuan pada identitas mahasiswa</p>
<p>salah satu stima melekat yang terus diajarkan walau terkadang menjadi doktrin adalah Mahasiswa Golongan Sipil yang Terpelajar.</p>
<p>Tidak ada yang sempurna namun yang terpelajar tentu akan terus berusaha yang baik dan menghindari yang buruk.</p>
<p style="text-align: left;">yang terpelajar tentu juga akan Rasional, Independent dan Berintegritas. Memakai pikiran dan Nurani dalam setiap ucapan dan tindakan, serta ucapan dan Tindakannya selaras dalam setiap situasi</p>
<p style="text-align: center;"><em>&#8220;Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan&#8221; Pram</em></p>
<p><em>.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Kekuasaan merupakan awal mula dari Pemerintahan</p>
<p>Politik Merupakan Segala Hal yang berkaitan dengan kekuasaan.</p>
<p>Dalam Konteks Perebutan Kekuasaan, Politik yang dilakukan seringkali bersifat Jahat dan Melemahkan Demokrasi</p>
<p>Berasumsi Mahasiswa adalah Golongan terpelajar, Saya kira tidak ada politik seperti ini dalam Kemahasiswaan</p>
<p>Faktanya saya salah dan tentu asumsi saya berati salah</p>
<p><strong><em>Pemira KM-ITB 2013 saat ini Anti Klimaks </em></strong></p>
<p>ditemukan berbagai tindakan yang jauh dari Sifat Kaum Terpelajar, Tindakan yang sering kita lihat diluar dunia kemahasiswaan dan kita protes namun sekarang terjadi pada kita.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>&#8220;Apakah hanya Mimpi jika Politik Kemahasiswaaan hanya diisi oleh perang ide?&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: center;">
<p>ide merupakan sebuah senjata kaum terpelajar</p>
<p>Kemahasiswaaan saya kira merupakan Dunia paling Mendekati Surga. disini kita sangat bebas</p>
<p>tak bisakah Kebebasan ini didominasi oleh Perang Ide?</p>
<p>karena ketika Ide A beradu dengan Ide B . Seharusnya tersintesis lah Ide C yang lebih baik</p>
<p>Jangan Gunakan kebebasan untuk Politik yang membodohkan seperti  Menyerang Citra</p>
<p>karena Citra adalah hal subjektif dan tidak memakai Logika</p>
<p>karena individu akan menjadi tidak cerdas dan demokrasi akan lemah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Ketika Politik Kemahasiswaan Didominasi oleh Perang Citra dan bukan Perang Ide maka Akan Hancurlah Demokrasi kita</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: left;">Dan dengan Kejadian Sekarang saya kira ada potensi munculnya apatisme kembali dalam kemahasiswaan kita. hal yang tadinya saya rasa berkurang karena usaha kedua calon yang luar biasa. mari kita Cegah Hal ini dengan Optimisme</p>
<p style="text-align: center;">&#8220;<em>The tyranny of a prince in an oligarchy is not so dangerous to the public welfare as the apathy of a citizen in a democracy&#8221; Charles de Montesquieu </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam Kesalahan dan Perenungan kita belajar.</p>
<p>Semoga Segala yang telah Kita lalui membuat kita semakin Cerdas dan semakin Baik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Adhystira Mardjuni</strong></p>
<p><em>Penulis merupakan anggota biasa HMS-ITB, anggota biasa KM-ITB</em></p>
<p><em>Tidak memihak kubu manapun dan kesal dengan kondisi kemahasiwaan saat ini</em></p>
</div>
</div>
<p><strong>Kata Kunci:<br/>
<ul>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/31/akan-hancurnya-demokrasi-kita/" title="hancurnya demokrasi indonesia">hancurnya demokrasi indonesia</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/31/akan-hancurnya-demokrasi-kita/" title="hancurnya sistem demokrasi di indonesia">hancurnya sistem demokrasi di indonesia</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fmajalahganesha.com%2Fblog%2F2013%2F03%2F31%2Fakan-hancurnya-demokrasi-kita%2F&amp;title=Akan%20Hancurnya%20Demokrasi%20Kita" id="wpa2a_14"><img src="http://majalahganesha.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahganesha.com/blog/2013/03/31/akan-hancurnya-demokrasi-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menguji Ekspektasi</title>
		<link>http://majalahganesha.com/blog/2013/03/25/menguji-ekspektasi/</link>
		<comments>http://majalahganesha.com/blog/2013/03/25/menguji-ekspektasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2013 05:06:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mgitb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Eka Darmaputera]]></category>
		<category><![CDATA[Menguji Ekspektasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sinar Harapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahganesha.com/?p=1679</guid>
		<description><![CDATA[BERMANFAATKAH &#8220;iman&#8221; itu? Atau tidak? Taruh kata jawaban kita positif, &#8220;Ya, iman itu besar faedahnya&#8221;, ini ternyata belum berarti semuanya beres. Kita masih harus menjelaskan lagi, &#8220;manfaat&#8221; yang kita maksudkan itu termasuk kategori...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BERMANFAATKAH &#8220;iman&#8221; itu? Atau tidak? Taruh kata jawaban kita positif, &#8220;Ya, iman itu besar faedahnya&#8221;, ini ternyata belum berarti semuanya beres. Kita masih harus menjelaskan lagi, &#8220;manfaat&#8221; yang kita maksudkan itu termasuk kategori pengertian apa. Belum jelas?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Baik saya jelaskan yang saya maksudkan. Bayangkanlah andaikata ada orang bertanya, &#8220;Bermanfaatkah udara atau air atau hujan itu, menurut Anda?&#8221;, maka apa jawaban Anda? Pasti &#8220;positif&#8221;. &#8220;Tentu, menurut keyakinan dan pengalaman saya, udara atau air atau hujan itu amat sangat bermanfaat!&#8221;. Bahkan bukan cuma &#8220;positif&#8221; sekadar &#8220;positif&#8221;. Melainkan &#8220;positif&#8221; dalam pengertian &#8220;kategoris&#8221;. &#8220;Positif&#8221; dalam pengertian &#8220;kategoris&#8221; artinya, positif untuk siapa saja, di mana saja, kapan saja. Pertanyaan logis selanjutnya adalah: bila ada &#8220;positif&#8221; yang &#8220;kategoris&#8221;, apa itu berarti ada &#8220;positif&#8221; dengan kualifikasi yang lain? Memang ada! Itu sebabnya di atas saya bertanya, bila &#8220;iman&#8221; itu kita katakan bermanfaat, kita masih harus menjelaskan, &#8220;manfaat&#8221; dalam pengertian yang bagaimana?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>DI SAMPING &#8220;manfaat&#8221; yang &#8220;kategoris&#8221;, ada pula &#8220;manfaat&#8221; yang &#8220;kondisional&#8221;. Apa bedanya? Kita tadi mengatakan, bahwa udara atau air atau hujan bermanfaat secara &#8220;kategoris&#8221;. Artinya, siapa saja, di mana saja, kapan saja, orang menikmati serta mengakui kemanfaatannya. Tapi bagaimana bila pertanyaan kita bukanlah mengenai udara atau air atau hujan, tapi mengenai komputer atau kamera digital atau DVD-player? Saya yakin, kita akan memperoleh jawaban yang berbeda. Sebagian orang akan mengatakan, bahwa mereka tidak akan bisa &#8220;hidup&#8221; dan akan menjadi &#8220;lumpuh&#8221;, tanpa benda-benda itu. Tapi bagi sebagian orang yang lain, benda-benda itu (relatif) tak ada gunanya. Seperti antena parabola atau lemari pendingin untuk rumah-rumah yang belum ada aliran listriknya. Maka kalau pun mau dimanfaatkan, antena parabola itu dipasang untuk &#8220;aksi-aksian&#8221;. Dan lemari es untuk menyimpan pakaian. Komputer, kamera digital dan DVD player tentu saja &#8220;bermanfaat&#8221;. Tapi bermanfaat dalam pengertian &#8220;kondisional&#8221; alias &#8220;bersyarat&#8221;. Bagi Inge, tenaga eksekutif di sebuah perusahaan multi-nasional, benda-benda itu amat sangat bermanfaat. &#8220;Cannot live without it&#8221;, katanya. Tapi si Cempluk, putri seorang transmigran di pedalaman Papua atau Kalimantan, malah bertanya, &#8220;Untuk apaan sih itu?&#8221; Siapakah yang benar, di antara mereka berdua? Inge atau Cempluk? Jawab saya: dalam hal yang bersifat &#8220;kondisional&#8221;, tak ada soal &#8220;benar&#8221; atau &#8220;salah&#8221;. &#8220;Benar&#8221; atau &#8220;salah&#8221; itu tergantung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;TERGANTUNG&#8221;? Tergantung apa? Ini adalah sebuah pertanyaan besar! Sebab andaikata saja benar (tapi, awas, saya tidak mengatakan begitu lho!), manfaat &#8220;iman&#8221; itu bersifat &#8220;kondisional&#8221; saja, maka pertanyaan kita adalah: bermanfaat atau tidak bermanfaat itu, tergantung dari apa? Atau, tergantung pada apa? Depends on what? Pertanyaan yang wajar, bukan? Berulang-ulang, saya kira, saya telah memperingatkan Anda, janganlah sekali-kali mempercayai propaganda bahwa seolah-olah ada obat atau jamu yang bak &#8220;obat dewa&#8221;, ces pleng mampu mengobati semua penyakit. Tidak ada obat serupa itu. Cuma tabib atau dukun atau sinshe pembohong atau pembual saja, yang mengiklankan diri &#8220;mampu menyembuhkan semua penyakit baik baru maupun lama&#8221;. Dokter saya, seorang profesor ternama, mengatakan, &#8220;Bahkan untuk penyakit yang sama, bagi orang yang berbeda, obat yang sama belum tentu sama manjurnya&#8221;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>KARENA itu saya tertawa geli melihat, pada suatu pagi, A Fung marah- marah. Pasalnya karena, walau telah berkutat setengah mati, ia tak juga dapat membuka pintu tokonya. &#8220;Dasar kunci brengsek! Kunci murahan!&#8221;, begitu ia mengumpat. Padahal, apa penyebab sebenarnya? Karena A Fung memakai kunci yang salah. Ya mana pintu bisa terbuka, bukan?! Kemudian saya juga cuma dapat menggeleng-gelengkan kepala, mendengar Ferdinand mengumbar sumpah serapah. Penyebabnya, mobil mewah eks- impor yang baru seminggu dibelinya dengan harga hampir semilyar rupiah, tak dapat ia pakai untuk ber&#8221;lintas-alam&#8221; naik gunung di tengah-tengah musim penghujan. Malah slip, terperosok ke kubangan lumpur tanah liat. &#8220;Nyesel bener gua beli mobil ini! Masih mending jip tua gua!&#8221; demikian tak habis-habisnya ia menggerutu. Saya menggeleng-gelengkan kepala, karena agaknya Ferdinand tidak menyadari, bahwa semakin mahal harga atau semakin mewah sebuah mobil, sama sekali tidak otomatis berarti semakin serba-guna pula. Tidak! Di jalan yang mulus, mobil mewah itu memang tak tertandingi. Tapi untuk menembus kubangan lumpur tanah liat di jalan yang terjal menanjak? Sebuah jip Willys tua pasti masih jauh lebih berguna. Dengan perkataan lain, masing-masing benda ada peruntukannya sendiri- sendiri. Yang ingin saya katakan adalah, bila orang mengatakan &#8220;iman&#8221; itu bermanfaat, atau sebaliknya telah memvonisnya sebagai tidak bermanfaat, ada pertanyaan krusial yang harus dijawab terlebih dahulu. Yakni, apa harapan atau tolok ukur yang dipakai untuk mengatakan itu?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>MISTER Templeton, Anda mengatakan bahwa &#8220;iman&#8221; tak ada manfaatnya?!. Wah, wah, wah! Pada satu pihak, tentu, ini adalah hak dan kebebasan Anda sepenuhnya. Tapi, Mister, kalau Anda mau orang lain mengacuhkan dan mempertimbangkan pendapat Anda itu, maka Anda harus menjelaskan, apa sebenarnya yang Anda harapkan dari &#8220;iman&#8221;, sehingga Anda tiba pada kesimpulan Anda itu? Apa ekspektasi Anda yang tak terpenuhi? Maka dari situlah nanti kami akan menilai keabsahan pernyataan Anda. Yaitu, apakah ekspektasi Anda itu wajar atau berlebih-lebihan. Sebab bila &#8220;harapan&#8221; Anda itulah yang salah, ya jangan &#8220;iman&#8221; yang Anda persalahkan atau permasalahkan. Bayangkanlah sebilah parang yang panjang dan tajam. Bermanfaatkah ia? Sebenarnya orang tidak boleh cepat-cepat menjawab &#8220;bermanfaat&#8221; atau &#8220;tidak bermanfaat&#8221;. Tapi sebaiknya bertanya terlebih dahulu, &#8220;Bermanfaat untuk apa?&#8221; Bila parang itu Anda mau pakai untuk memotong bambu atau membelah kayu maka, ya, positif. Parang itu bermanfaat. Sebab memang itulah peruntukannya. Tapi jangan Anda katakan benda itu mubazir, sia-sia, atau tak ada gunanya, sebab Anda ingin memotong kuku, atau menggergaji kayu, atau menggunting kain dengannya! Sebab bukan untuk itu, bung, guna sebilah parang itu!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>YANG ingin saya katakan adalah, banyak kesimpulan yang salah mengenai apa manfaat &#8220;iman&#8221; bagi kehidupan. Ini disebabkan harapan- harapan yang salah dibubuhkan di atas bahu &#8220;iman&#8221;. Bagaimana mungkin berhasil, mengobati sakit perut dengan meneteskan obat mata? Bagaimana berharap dapat memperoleh yang kita harapkan dari &#8220;iman&#8221;, bila harapan kita saja sudah salah? Sebab itu betapa pentingnya kita menjernihkan serta meluruskan terlebih dahulu &#8220;pemahaman&#8221; atau &#8220;konsepsi&#8221; kita, sebelum kita menyatakan &#8220;harapan&#8221; atau &#8220;ekspektasi&#8221; kita! &#8220;Harapan&#8221; atau &#8220;ekspektasi&#8221; mungkin dapat kita katakan adalah wilayah kebebasan pribadi orang-per-orang. Si A punya harapan begini, dan si B punya harapan begitu. Tapi &#8220;pemahaman&#8221; atau &#8220;konsepsi&#8221; adalah masalah semua orang. Anda tidak mempunyai kebebasan untuk mengatakan &#8220;2&#215;2=5&#8243;, sebab bagi semua orang &#8220;2X2=4&#8243; adalah kebenaran yang bersifat kategoris, tidak kondisional. Templeton berhak mengatakan, bagi dirinya, bahwa iman itu tidak bermanfaat. Tapi kita pun berhak untuk menilai keabsahan pilihannya itu. Benarkah pemahamannya, tatkala ia mengatakan bahwa tak mungkin ada Allah yang Pengasih, ketika seorang ibu di Afrika Utara dibiarkan mati kehausan karena musim kering yang berkepanjangan? Dan apa gunanya mengimani &#8220;Allah&#8221; yang berkuasa, namun tak bersedia, menurunkan hujan, guna menyelamatkan ribuan nyawa dari kematian yang sia-sia? Benarkah &#8220;konsepsi&#8221; Templeton, bahwa Allah-lah yang berada di balik tragedi kemanusiaan tersebut? Bahwa karena itu, Ia pula yang harus bertanggungjawab sepenuhnya? Bahwa Allah, adalah Sang Pembawa Mala Petaka? Bukan hanya &#8220;konsepsi&#8221; Templeton yang negatif tentang &#8220;iman&#8221; yang harus kita telisik, tapi juga &#8220;konsepsi&#8221; orang-orang kristen semacam Tomi Blablabla, yang dengan enteng mengatakan betapa bermanfaatnya &#8220;iman&#8221; bagi keperluan hidupnya yang nyata. Benarkah pemahamannya tentang &#8220;Allah&#8221;, yang bak sinterklas menebar hadiah dengan mudah dan murahnya? Karena itu, saudara, &#8220;perjalanan ziarah&#8221; kita masih jauh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><strong>Sumber: Sinar Harapan</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>Penulis : Eka Darmaputera</strong></p>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fmajalahganesha.com%2Fblog%2F2013%2F03%2F25%2Fmenguji-ekspektasi%2F&amp;title=Menguji%20Ekspektasi" id="wpa2a_16"><img src="http://majalahganesha.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahganesha.com/blog/2013/03/25/menguji-ekspektasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kultweet @MG_ITB Pedagogy of Oppressed (Pendidikan Kaum Tertindas)</title>
		<link>http://majalahganesha.com/blog/2013/03/24/kultweet-mg_itb-pedagogy-of-oppressed-pendidikan-kaum-tertindas/</link>
		<comments>http://majalahganesha.com/blog/2013/03/24/kultweet-mg_itb-pedagogy-of-oppressed-pendidikan-kaum-tertindas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Mar 2013 16:34:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mgitb</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Santai]]></category>
		<category><![CDATA[paulo freire]]></category>
		<category><![CDATA[pedagogi kaum tertindas]]></category>
		<category><![CDATA[pedagogy of oppressed]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan kaum tertindas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahganesha.com/?p=1674</guid>
		<description><![CDATA[Pedagogy of Oppressed (Pendidikan Kaum Tertindas) pertama kali diterbitkan dalam bahasa Portugis pada tahun 1968, Pedagogi Kaum Tertindas diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Inggris pada tahun 1970. Pendidikan Kaum Tertindas adalah metodologi dari...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" id="coverImage" alt="Pedagogy of the Oppressed" src="http://d.gr-assets.com/books/1347782765l/72657.jpg" /></p>
<p>Pedagogy of Oppressed (Pendidikan Kaum Tertindas) pertama kali diterbitkan dalam bahasa Portugis pada tahun 1968, Pedagogi Kaum Tertindas diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Inggris pada tahun 1970. Pendidikan Kaum Tertindas adalah metodologi dari Paulo Freire yang telah membantu memberdayakan orang-orang miskin dan buta huruf yang tak terhitung jumlahnya di seluruh dunia. Karya Freire telah diambil pada urgensi utama pada pendidikan di Amerika Serikat dan Eropa Barat, di mana penciptaan kelas bawah abadi melalui sistem yang kapitalistik memunculkan kelas miskin dan minoritas di kota-kota dan pusat-pusat perkotaan yang semakin diterima sebagai norma. Dengan pengenalan baru yang substantif pada kehidupan serta dampak yang luar biasa Pedagogi Kaum Tertindas akan menginspirasi generasi baru bagi para pendidik, mahasiswa, dan pembaca umum untuk masa kini dan masa depan.</p>
<p>1. Yuk langsung mulai, kita kenalan dgn bung Paulo Freire dulu dong. Tokoh penddkan yg kontroversial krn menggugat sistem pendidikan Brazil</p>
<p>2. Dilatarbelakangi kegelisahan oleh Freire bahwa penddkan a/ sistem yg tidak berpihak pada rakyat miskin, menindas&amp;mengasingkan rakyat</p>
<p>3. Nah berkat kritik yg tajam thdp pemerintah Brazil itulah Freire memunculkan suatu sisdik alternatif yg kini disebut Pedagogy of Oppressed</p>
<p>4. Pandangan Freire thdp pendidikan: Freire lahir dari keluarga kelas menangah, namun jatuh miskin pada saat ia mulai mengecap pendidikan</p>
<p>5. Dulu Freire juga dosen loh kayak pak <a dir="ltr" href="https://twitter.com/iwanpranoto"><s>@</s><b>iwanpranoto</b></a> hehe beliau menerapkan model pendidikan hadap-masalah, bukan &#8220;gaya bank&#8221;-transaksional</p>
<p>6. FYI : Freire dosen di Harvard dan pada tahun 1969-1970 menjadi konsultan pendidikan di Harvard</p>
<p>7. Dgn sisdik hadap-masalah, membuat anak didiknya &#8220;terbebaskan&#8221; dari berbagai ide, tidak bisu, dan reflektif</p>
<p>8. Budaya DIAM dan BISU yg ditimbulkan dari KEPATUHAN inilah yg membuatnya Freire harus memberikan pendidikan yg membebaskan itu semua</p>
<p>9. Dlm sisdik yg diterapkan di Brasil pd masa Freire, anak didik tdk dilihat sbg sesuatu yg dinamis dan pny kreasi</p>
<p>10. justru dilihat sbg benda seperti wadah untuk menampung sejumlah rumusan/dalil pengetahuan</p>
<p>11. Dalam pendidikan gaya bank, pada proses belajar mengajar guru tidak memberikan pengertian kpd nara didik, apa itu nara didik?</p>
<p>12. Nara didik a/ pengumpul&amp;penyimpan sejumlah pengetahuan, tp pd akhirnya nara didik itu sendiri yang “disimpan” sebab miskinnya daya cipta</p>
<p>13. Karena itulah pendidikan gaya bank menguntungkan kaum penindas dlm melestarikan penindasan thdp sesamanya ,manusia. Kita-kita iniloh</p>
<p>14. Manusia tdk hanya bereaksi scr refleks seperti binatang, tp memilih, mengkaji&amp;mengujinya lagi sebelum melakukan tindakan</p>
<p>15. Sekarang kita kaji nih solusi &#8220;hadap-masalah&#8221; Freire dan refleksinya terhadap Indonesia di tengah bahtera Nuh lewat jokesnya &#8220;KUR13&#8243;</p>
<p>16. Pendidikan “hadap-masalah” sbg pendidikan alternatif yg ditawarkan o/ Freire lahir dari konsepsinya tentang manusia sbg objek</p>
<p>Kalo mimin tidak salah bahtera Nuh itu lahir dari konsepsi ketuhanan kan pak <a dir="ltr" href="https://twitter.com/iwanpranoto"><s>@</s><b>iwanpranoto</b></a> ?  <a dir="ltr" href="https://twitter.com/MG_ITB"><s>@</s><b>MG_ITB</b></a> Ya, kisah di kitab suci</p>
<p>18. menghasilkan suatu tingkah laku kritis dalam diri nara didik.</p>
<p>19. Ada 4 tingkat kesadaran yg coba dibangun dari pendidikan model hadap masalah ini : simak terus gan!</p>
<p>20.1) Kesadaran intransitif=seseorang hanya terikat pd kebutuhan jasmani, tdk sadar akan sejarah&amp;tenggelam dalam masa kini yg menindas.</p>
<p>21.2)Kesadaran semi intransitif/kesadaran magis. Kesadaran ini terjadi dalam masyarakat berbudaya bisu, dimana masyarakatnya tertutup.</p>
<p>22. Ciri kesadaran ini a/ fatalistis. Hidup adalah hidup di bawah kekuasaan orang lain atau hidup dalam ketergantungan. Tidak merdeka</p>
<p>23.3) Kesadaran Naif=pd tingkatan ini sudah ada kemampuan u/ mempertanyakan&amp;mengenali realitas, tp masih ditandai dgn sikap yg primitif&amp;naif</p>
<p>24. Ciri kesadaran naif mengindentifikasikan diri dgn elite, kembali ke masa lampau, mau menerima penjelasan yang sudah jadi (&#8230;)</p>
<p>25. dengan sikap emosi kuat, banyak berpolemik dan berdebat tetapi bukan dialog</p>
<p>26.4) Kesadaran kritis transitif=ditandai dgn kedalaman menafsirkan masalahmasalah, percaya diri dlm berdiskusi, mampu menerima &amp; menolak.</p>
<p>27. Kesadaran kritis transitif ditandai dgn pembicaraan bersifat dialog. Pd tingkat ini orng mampu merefleksi&amp;melihat hubungan sebab akibat.</p>
<p>28. Nah pedagogy of oppressed dgn metode hadap-masalah ini menumbuhkan kesadaran kritis transitif..Kalo KUR13 menumbuhkan kesadaran yg mana?</p>
<p>29. Nah kurikulum 2013 menurut kajian kami dikategorikan dlm kesadaran semi intransitif (baca lagi) krn ciri2nya masih memiliki budaya magis</p>
<p>30. Lanjut mengenai relevansi Freire dalam konteks Indonesia</p>
<p>31. Allen J.Moore mengatakan bahwa konsep Freire yg dirumuskan dalam konteks Amerika Latin tidak bisa diterapkan begitu saja</p>
<p>32. Pertama, karena masyarakat Indonesia yang terdiri atas suku-suku adalah masyarakat hierarkis yg nampak dalam strata sosial di bbg daerah</p>
<p>33. Kedua, kelompok “penindas” semakin memperkokoh kekuasaannya..Ya kurikulum 2013 ini loooh!</p>
<p>34. Bagi Freire pembbasan kaum tertindas tdk dimaksudkan u/ ia bangkit menjadi penindas yang baru (&#8230;)</p>
<p>35. Tetapi supaya membebaskan para penindas dari kepenindasannya..Ya dengan kita berdiskusi dan mengkritisi kurikulum 2013</p>
<p>36. Pemerintah Indonesia telah mengupayakan u/ menerapkan pendekatan cara belajar siswa aktif (CBSA)</p>
<p>37. Tetapi hanya metodenya sajalah yang CBSA. Sementara materi yg disampaikan masih merupakan barang Asing!</p>
<p>Oke, mungkin sekian twit-twit dari MG mengenai Pedagogy of Oppressed, tentu saja kami membuka berbagai pertanyaan dan diskusi <img src='http://majalahganesha.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;">@MG_ITB</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;<strong>Kata Kunci:<br/>
<ul>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/24/kultweet-mg_itb-pedagogy-of-oppressed-pendidikan-kaum-tertindas/" title="sistem pendidikan di brazil paulo feire">sistem pendidikan di brazil paulo feire</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/24/kultweet-mg_itb-pedagogy-of-oppressed-pendidikan-kaum-tertindas/" title="Ketika Yang Tertindas Bangkit Menjadi Penindas">Ketika Yang Tertindas Bangkit Menjadi Penindas</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/24/kultweet-mg_itb-pedagogy-of-oppressed-pendidikan-kaum-tertindas/" title="kisah paulo freire">kisah paulo freire</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/24/kultweet-mg_itb-pedagogy-of-oppressed-pendidikan-kaum-tertindas/" title="merdeka tertindas kritis adalah frere">merdeka tertindas kritis adalah frere</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/24/kultweet-mg_itb-pedagogy-of-oppressed-pendidikan-kaum-tertindas/" title="paulo freire pedagogy yang tertindas">paulo freire pedagogy yang tertindas</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/24/kultweet-mg_itb-pedagogy-of-oppressed-pendidikan-kaum-tertindas/" title="download materi paradigma bagi kaum yang tertindas">download materi paradigma bagi kaum yang tertindas</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/24/kultweet-mg_itb-pedagogy-of-oppressed-pendidikan-kaum-tertindas/" title="pendidikan kaum tertindas paulo freire">pendidikan kaum tertindas paulo freire</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/24/kultweet-mg_itb-pedagogy-of-oppressed-pendidikan-kaum-tertindas/" title="pedagogy of the oppressed pendidikan bagi kaum">pedagogy of the oppressed pendidikan bagi kaum</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/24/kultweet-mg_itb-pedagogy-of-oppressed-pendidikan-kaum-tertindas/" title="paulo freire">paulo freire</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/24/kultweet-mg_itb-pedagogy-of-oppressed-pendidikan-kaum-tertindas/" title="kurikulum 2013 penindasan">kurikulum 2013 penindasan</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fmajalahganesha.com%2Fblog%2F2013%2F03%2F24%2Fkultweet-mg_itb-pedagogy-of-oppressed-pendidikan-kaum-tertindas%2F&amp;title=Kultweet%20%40MG_ITB%20Pedagogy%20of%20Oppressed%20%28Pendidikan%20Kaum%20Tertindas%29" id="wpa2a_18"><img src="http://majalahganesha.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahganesha.com/blog/2013/03/24/kultweet-mg_itb-pedagogy-of-oppressed-pendidikan-kaum-tertindas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hasil Wawancara Majalah Ganesha &#8211; Calon Ketua Kabinet KM ITB</title>
		<link>http://majalahganesha.com/blog/2013/03/20/hasil-wawancara-majalah-ganesha-calon-ketua-kabinet-km-itb/</link>
		<comments>http://majalahganesha.com/blog/2013/03/20/hasil-wawancara-majalah-ganesha-calon-ketua-kabinet-km-itb/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Mar 2013 14:09:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mgitb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[melukis indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[nyoman anjani]]></category>
		<category><![CDATA[yorga permana]]></category>
		<category><![CDATA[yuk bergerak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahganesha.com/?p=1667</guid>
		<description><![CDATA[1. Apasih yang membuat kakak untuk memilih visi tersebut? Nyoman       Visi saya adalah “KM-ITB Pelita Pergerakan untuk Kaum Muda” Jadi, ibarat ketika kita berada di gua yang gelap, ketika kita melihat pelita, kita...]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>1. Apasih yang membuat kakak untuk memilih visi tersebut?</strong></p>
<p><b>Nyoman</b>       Visi saya adalah “KM-ITB Pelita Pergerakan untuk Kaum Muda” Jadi, ibarat ketika kita berada di gua yang gelap, ketika kita melihat pelita, kita ingin berjalan ke arah pelita tersebut. Lalu kenapa Kaum Muda? Karena kaum muda bisa melakukan berbagai hal. Kita kaum muda, kita remaja. Remaja itu malas dengan hal-hal yang konservatif. Maka kita harus pakai cara yang kreatif. Nah, dari visi itu saya memiliki 3 misi, yaitu Muda Harmonis ; Muda Dinamis ; Muda Berbakti</p>
<p><b>Yorga            </b>Nasib Indonesia kemudian hari kitalah yang menentukan. Ada prasyaratnya mahasiswa harus melakukan sesuatu. Mahasiswa itu kan “insan akademis”, sehingga saat dimanapun dia nantinya, dia sudah punya experience disini, di KM ITB. Hari ini setiap orang harus sudah memulainya. Dengan berkarya sesuai passionnya masing masing karena setiap dari kita itu bagian dari perubahan. Meskipun dalam realitanya masih banyak orang yang apatis atau bahkan gak sadar kalo dia sedang melakukan pergerakan. Kita ingin mengajak orang-orang yang belum bergerak menjadi gerak dan yang udah gerak bisa menginspirasikan gerakannya kepada orang lain. Disini KM akan menjadi ruang belajar dan bisa saling menginspirasi serta membelajari. Pada akhirnya kita tertarik untuk mencoba gerakan lain yang menginspirasi sehingga punya banyak pengalaman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><strong>2. Apa yang ingin kakak lakukan dalam 100 hari setelah diangkat menjadi Ketua Kabinet KM-ITB?</strong></p>
<p><b>Nyoman</b>       Hal paling utama yang akan saya lakukan adalah (1) menyelesaikan sistem internal kabinet dulu. Fiksasi surat-surat kelengkapan yang dibutuhkan di kabinet. Kira-kira membutuhkan waktu 2-3 bulan lah. (2) pengangkatan isu kampus, untuk dimasukkan dalam program Ekpresi Kampusku. (3) Ekspedisi pelita muda. Untuk program ini, direncanakan dilakukan saat liburan. Teknisnya seperti apa dan bagaimana, masih dipertimbangkan/dipikirkan.</p>
<p><b>Yorga            </b>Kita punya tiga siklus disini. Berbagi semangat-Pendampingan-Apresiasi. Berbagi semangat: Kita ngumpulin semua orang hebat (semacam jiwanda pemuda berbagi cerita), kita rekam dan videoin trus kita sebar di internet. Untuk pendampingan sendiri,contohnya kita bakal ngadain pendampingan buat orang-orang yang mau presentasi dalam ajang tertentu supaya gak ada ceritanya kita gak menang gara-gara gak bisa presentasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><strong>3. Masalah utama mahasiswa ITB menurut kakak apa?</strong></p>
<p><b>Nyoman</b>       Pertama, karakter anak muda sekarang yang kebanyakan dari mereka berpikir: nunggu lulus dulu baru bergerak untuk mengabdi ke masyarakat. Tapi ketika kondisi itu tiba, idealisme itu ada. hingga akhirnya mereka tidak bergerak. Jadi masalah utama menurut saya adalah keengganan untuk bergerak. Kedua, masalah di kabinet: sistem tidak mendukung untuk dimiliki oleh massa kampus.</p>
<p><b>Yorga            </b>Kita gak ingin  ada yang apatis. Setiap orang pasti ingin gerak, cuma gak diajak.  Terus masih banyak nih yang belum tahu kabinet itu apa. Nah kita gak mau nih orang gak tahu apa yang kabinet kerjakan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>4. Menurut kakak pemimpin itu apa sih?</strong></p>
<p><b>Nyoman</b>       Pemimpin itu adalah orang yang mau bergerak untuk menjadi solusi, dan menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama menjadi solusi. Saya ingin menjadi seorang Nyoman yang mau menjadi solusi, dan menggerakkan massa untuk ikut menjadi solusi. Yuk bergerak!</p>
<p><b>Yorga</b>            Pemimpin itu saat kerja, bisa bikin orang bermimpi dan bekerja lebih keras lagi. Pemimpin itu developer, artinya menghasilkan pemimpin-pemimpin baru. Inspirasi sekitar saya itu kayak kak ucup, kak anjar. Karena mereka sudah menghasilkan saya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>5. Tokoh yang menginspirasi kakak?</strong></p>
<p><b>Nyoman</b>       Soe Hok Gie</p>
<p><b>Yorga</b>            Soekarno dan Cokroaminoto.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><strong>6. Menurut kakak demokrasi itu apa?</strong></p>
<p><b>Nyoman</b>       Demokrasi itu ada 5 ; (1)Legislatif, (2)Eksekutif, (3)Yudikatif, (4)Pers, dan (5)Mahasiswa. Kita tahu bagaimana ketiga lembaga itu bekerja di Indonesia. Sudah  tidak bersih kan. pers juga sudah mulai tidak bersih. Nah, kita, mahasiswa merupakan tiang kelima demokrasi, yang pro dengan rakyat. Kita adalah orang yang tidak terpolitisasi. Sehingga memiliki peluang besar untuk menyentuh masyakat dan alam.</p>
<p><b>Yorga</b>            Demokrasi akan jadi dagangan politik kalo isinya orang-orang bodoh. Untuk itu harus ada pencerdasan dan profesionalisme. Orang-orang harus cerdas, kita disini gak nyari kemenangan. Kita ingin sebanyak-banyaknya orang terinspirasi dengan gagasan kita. Kita hari ini ingin menciptakan pemimpin-pemimpin baru Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><strong>7. Tanggapan terhadap kompetitor calon Ketua Kabinet KM-ITB?</strong></p>
<p><b>Nyoman</b>       Saya tahu dia (Yorga) sangat mahir di bidang internal, memiliki wawasan yang luas tentang masalah lokal.</p>
<p><b>Yorga            </b>Nyoman itu seorang wanita multitalent, punya mimpi besar, dan punya daya tarik sendiri dalam berbicara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><strong>8. Tanggapan kakak tentang pers dan mahasiswa ITB?</strong></p>
<p><b>Nyoman</b>       Pers itu kaum intelektual yang mengungkap fakta. Pers ITB harus mensterilkan dari konten-konten yang jelek, harus mengungkap fakta/kebenaran. Pers dapat berpastisipasi untuk mengkaji isu. Menurut saya, pers di ITB sudah OK, tetapi belum sampai dibaca langsung dan menyeluruh oleh massa kampus.</p>
<p><b>Yorga</b>            Pers itu sejajar sama kominfo, pers itu suatu hegemoni gak ada yang netral. Pers itu pasar bebas. Namun, Jadikan pers itu bukan hanya sebagai sumber informasi, tapi juga corong opini. Misalnya MG (Majalah Ganesha), coba tunjukkan karakter ke-MG-annya. Banyakin tulis-menulis karena kalo kita banyak menulis kemungkinan besar kita pun banyak membaca juga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Punya aspirasi dan ingin mengenal lebih jauh dengan kedua calon Ketua Kabinet KM-ITB? Langsung aja sampaikan pada link di bawah ini!<br />
</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;">No urut <strong>1</strong> = <strong>Nyoman Anjani</strong></p>
<p style="text-align: center;">Twitter =<a href="https://twitter.com/yukbergerak"> <strong>@yukbergerak</strong></a></p>
<p style="text-align: center;">Website = <a href="yukbergerak.com"><strong>yukbergerak.com</strong></a></p>
<p style="text-align: center;">_______________________________________</p>
<p style="text-align: center;">No urut <strong>2</strong> = <strong>Yorga Permana</strong></p>
<p style="text-align: center;">Twitter = <a href="https://twitter.com/kuaskita"><strong>@kuaskita</strong></a></p>
<p style="text-align: center;">Website = <a href="melukisindonesia.com"><strong>melukisindonesia.com</strong></a></p>
<p><strong>Kata Kunci:<br/>
<ul>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/20/hasil-wawancara-majalah-ganesha-calon-ketua-kabinet-km-itb/" title="nyoman anjani putri indonesia">nyoman anjani putri indonesia</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/20/hasil-wawancara-majalah-ganesha-calon-ketua-kabinet-km-itb/" title="calon presiden km itb 2013 NYOMAN">calon presiden km itb 2013 NYOMAN</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/20/hasil-wawancara-majalah-ganesha-calon-ketua-kabinet-km-itb/" title="visi misi yorga km itb">visi misi yorga km itb</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/20/hasil-wawancara-majalah-ganesha-calon-ketua-kabinet-km-itb/" title="nyoman anjani yorga">nyoman anjani yorga</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/20/hasil-wawancara-majalah-ganesha-calon-ketua-kabinet-km-itb/" title="pelita muda itb">pelita muda itb</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/20/hasil-wawancara-majalah-ganesha-calon-ketua-kabinet-km-itb/" title="visi misi yorga permana">visi misi yorga permana</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/20/hasil-wawancara-majalah-ganesha-calon-ketua-kabinet-km-itb/" title="wawancara km itb">wawancara km itb</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/20/hasil-wawancara-majalah-ganesha-calon-ketua-kabinet-km-itb/" title="wawancara majalah">wawancara majalah</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/20/hasil-wawancara-majalah-ganesha-calon-ketua-kabinet-km-itb/" title="wawancara untuk calon pemimpin">wawancara untuk calon pemimpin</a></li>
<li><a href="http://majalahganesha.com/blog/2013/03/20/hasil-wawancara-majalah-ganesha-calon-ketua-kabinet-km-itb/" title="visi misi yorga calon km itb">visi misi yorga calon km itb</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fmajalahganesha.com%2Fblog%2F2013%2F03%2F20%2Fhasil-wawancara-majalah-ganesha-calon-ketua-kabinet-km-itb%2F&amp;title=Hasil%20Wawancara%20Majalah%20Ganesha%20%E2%80%93%20Calon%20Ketua%20Kabinet%20KM%20ITB" id="wpa2a_20"><img src="http://majalahganesha.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahganesha.com/blog/2013/03/20/hasil-wawancara-majalah-ganesha-calon-ketua-kabinet-km-itb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
